Aplikasi Courier untuk info kirim barang
Saya mau sharing aplikasi buatan saya, namanya Courier.
Dengan aplikasi ini kita bisa dapatkan informasi tracking dan tarif pengiriman barang menggunakan JNE, RPX, atau TIKI langsung dari HP Android kita. Silakan dicoba aja langsung dari market, download dari url http://goo.gl/y5QP9 atau search aja pakai keyword "courier" atau "andryod"
Cari Blog Ini
Tampilkan postingan dengan label Handphone. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Handphone. Tampilkan semua postingan
Rabu, 15 Juni 2011
Kamis, 29 April 2010
Karakteristik Baterai Ponsel
November 22nd, 2009 • Related • Filed Under
Filed Under: Teknologi
NiCD ( Nickel Cadmium )
Baterai jenis ini merupakan yang pertama beredar. Karena kapasitasnya yang besar, baterai ini cocok untuk ponsel lama yang bertenaga besar. Sepadan untuk ukuran dan kapasitasnya, proses pengisian ulangnya pun cukup merepotkan. Untuk baterai baru, charge selama 12 jam nonstop. Selanjutnya, pengisian ulang bisa di lakukan saat dayanya benar – benar habis. Karena baterai NiCD memiliki permanent memory effect, semakin lama kapasitasnya akan menurun jika pengisian belum kosong benar.
Kelebihan:
• Kelebihan baterai NiCd dibandingkan ketiga jenis lainnya adalah kemampuannya dalam menangani beban tinggi.
• Baterai NiCd 5x lebih cepat di charge di bandingkan dengan baterai NiMH atau 20x lebih cepat di bandingkan dengan baterai Lithium, karena bisa menggunakan fast charger.
Kelemahan:
• Kelemahan baterai ini di bandingkan dengan baterai Lithium adalah kapasitas simpan yang rendah, ratio daya/berat yang lebih rendah dan adanya efek memory. Selain itu baterai NiCd yang telah di charge dapat kosong sendiri ( self discharging ) walaupun tidak di pakai. sekitar 22% energinya hilang dalam 24 jam.
• Baterai NiCd yang sudah lemah tidak boleh langsung di charge.Baterai NiCd harus di kosongkan dulu sampai benar-benar habis sebelum di charge..Jika di isi lebih dari 10 jam dengan arus rendah akan cepat lemah karena ada efek memory, baterai tidak mampu bekerja walaupun terisi penuh, hal ini terjadi karena pengendapan kristal logam pada elektroda negatif sehingga kapasitas baterai berkurang, impedansi ( Tahanan dalam ) meningkat sehingga terjadi drop tegangan pada saat di bebani baterai hanya berfungsi sebentar.
NiMh ( Nickel Metal Hydride )
Generasi kedua baterai isi ulang ini memiliki memory effect bersifat temporary, jadi lebih fleksibel ketimbang jenis NiCD. Untuk kali pertama, anda bisa mengisinya paling tidak 12 jam. Tanpa perlu mendischargenya di destktop charger, layaknya baterai NiCD. Untuk pengisian ulang tak perlu menunggu benar – benar habis, namun dengan konsekuensi akan tersa cepat habis. Namun hal ini hanya berlangsung sementara, saat habis isi kembali dan kemampuannya akan normal lagi.
Kelebihan:
Baterai NiMH dapat menyimpan energi 2x lebih banyak di bandingkan dengan baterai NiCd.
Kelemahan:
• Self dischargingnya lebih kecil di bandingkan baterai NiCd, tergantung dari Typenya sekitar 16% energi akan hilang dalam 24 jam.
• Cara charging yang salah akan mengakibatkan baterai tidak bekerja normal, meskipun baterai terisi penuh tetapi akan menyatakan habis walaupun di gunakan sebentar. ( tegangan terukur normal tapi langsung drop ketika di bebani ). Keadaan tersebut di sebut Lazy Battery.
Li-Ion ( Lithium Ion )
Ketimbang dua generasi sebelumnya, tipe ini tanpa di sertai memory effect. Jadi anda bisa mengisi ulangnya tanpa menunggu baterai habis. Namun dengan ukuran yang lebih kecil dan ringan, perlu di lakukan perawatan khusus. Untuk pengisian awal, lakukan sesuai petunjuk manual atau sampai lampu / indikator baterai di ponsel menandakan ” full ” . Sayangnya, baterai Li-Ion memiliki ” life cycle ” ( siklus hidup ) yang lebih pendek. Bahkan overcharge baterai lithium ion akan menurunkan kemampuannya, ketimbang NiCD atau NiMH.
Kelebihan:
• Kerapatan energi baterai Li Ion mampu menyimpan energi 3x lebih banyak di bandingkan dengan baterai NiCd.
• Baterai Li Ion tidak memiliki efek memory maupun Lazy Battery sehingga baterai tidak perlu di kosongkan sebelum di charge.
• Self discharging juga lebih kecil yaitu sekitar 10% dalam 24 jam.
Kelemahan:
• Impedansi ( tahanan dalam ) baterai Li Ion lebih tinggi di bandingkan denga NiCd dan NiMH, yaitu 200-250 mili Ohm. Akibatnya baterai cepat menjadi panas dan tegangannya drop jika di bebani terlalu berat.
• Elektrolit dalam baterai Li Ion sangat reaktif, bocornya dapat mengakibatkan karat pada peralatan.
• Lithium sangat reaktif, bahan kimia di dalam baterai akan terurai dengan sendirinya dan setelah 2 tahun baterai menjadi tidakdapat di gunakan lagi walaupun baterai tersebut di simpan saja.
LI-po ( Lithium Polymer )
Ini adalah generasi paling baru baterai isi ulang. Selain ramah lingkungan, keunggulannya di atasbaterai Li-Ion. Untuk perawatan baterai Lithium Polymer, tak jauh beda dengan Lithium Ion. Namun, Penanganannya harus ekstra hati – hati. Karena, tekanan yang cukup keras bisa menyebabkan bentuk baterai berubah.
Kelebihan:
• Elektrolit dalam baterai Li Polymer berbentuk padat dan tidak reaktif sehingga menyederhanakan cassing baterai.
• Baterai Li Polymer dapat dibuat dalam ukuran yang sangat tipis dan flexible sehingga cocok di gunakan dalam peralatan berukuran mini.
• Di bandingkan dengan baterai Li Ion dengan kapasitas yang sama,baterai Li Polymer bobotnya lebih ringan 10 -15%.
• Sifat baterai Lithium Polimer yang” liquid ” dengan tekanan yang cukup keras bisa menyebabkan bentuk baterai berubah.
Sumber:
Filed Under: Teknologi
NiCD ( Nickel Cadmium )
Baterai jenis ini merupakan yang pertama beredar. Karena kapasitasnya yang besar, baterai ini cocok untuk ponsel lama yang bertenaga besar. Sepadan untuk ukuran dan kapasitasnya, proses pengisian ulangnya pun cukup merepotkan. Untuk baterai baru, charge selama 12 jam nonstop. Selanjutnya, pengisian ulang bisa di lakukan saat dayanya benar – benar habis. Karena baterai NiCD memiliki permanent memory effect, semakin lama kapasitasnya akan menurun jika pengisian belum kosong benar.
Kelebihan:
• Kelebihan baterai NiCd dibandingkan ketiga jenis lainnya adalah kemampuannya dalam menangani beban tinggi.
• Baterai NiCd 5x lebih cepat di charge di bandingkan dengan baterai NiMH atau 20x lebih cepat di bandingkan dengan baterai Lithium, karena bisa menggunakan fast charger.
Kelemahan:
• Kelemahan baterai ini di bandingkan dengan baterai Lithium adalah kapasitas simpan yang rendah, ratio daya/berat yang lebih rendah dan adanya efek memory. Selain itu baterai NiCd yang telah di charge dapat kosong sendiri ( self discharging ) walaupun tidak di pakai. sekitar 22% energinya hilang dalam 24 jam.
• Baterai NiCd yang sudah lemah tidak boleh langsung di charge.Baterai NiCd harus di kosongkan dulu sampai benar-benar habis sebelum di charge..Jika di isi lebih dari 10 jam dengan arus rendah akan cepat lemah karena ada efek memory, baterai tidak mampu bekerja walaupun terisi penuh, hal ini terjadi karena pengendapan kristal logam pada elektroda negatif sehingga kapasitas baterai berkurang, impedansi ( Tahanan dalam ) meningkat sehingga terjadi drop tegangan pada saat di bebani baterai hanya berfungsi sebentar.
NiMh ( Nickel Metal Hydride )
Generasi kedua baterai isi ulang ini memiliki memory effect bersifat temporary, jadi lebih fleksibel ketimbang jenis NiCD. Untuk kali pertama, anda bisa mengisinya paling tidak 12 jam. Tanpa perlu mendischargenya di destktop charger, layaknya baterai NiCD. Untuk pengisian ulang tak perlu menunggu benar – benar habis, namun dengan konsekuensi akan tersa cepat habis. Namun hal ini hanya berlangsung sementara, saat habis isi kembali dan kemampuannya akan normal lagi.
Kelebihan:
Baterai NiMH dapat menyimpan energi 2x lebih banyak di bandingkan dengan baterai NiCd.
Kelemahan:
• Self dischargingnya lebih kecil di bandingkan baterai NiCd, tergantung dari Typenya sekitar 16% energi akan hilang dalam 24 jam.
• Cara charging yang salah akan mengakibatkan baterai tidak bekerja normal, meskipun baterai terisi penuh tetapi akan menyatakan habis walaupun di gunakan sebentar. ( tegangan terukur normal tapi langsung drop ketika di bebani ). Keadaan tersebut di sebut Lazy Battery.
Li-Ion ( Lithium Ion )
Ketimbang dua generasi sebelumnya, tipe ini tanpa di sertai memory effect. Jadi anda bisa mengisi ulangnya tanpa menunggu baterai habis. Namun dengan ukuran yang lebih kecil dan ringan, perlu di lakukan perawatan khusus. Untuk pengisian awal, lakukan sesuai petunjuk manual atau sampai lampu / indikator baterai di ponsel menandakan ” full ” . Sayangnya, baterai Li-Ion memiliki ” life cycle ” ( siklus hidup ) yang lebih pendek. Bahkan overcharge baterai lithium ion akan menurunkan kemampuannya, ketimbang NiCD atau NiMH.
Kelebihan:
• Kerapatan energi baterai Li Ion mampu menyimpan energi 3x lebih banyak di bandingkan dengan baterai NiCd.
• Baterai Li Ion tidak memiliki efek memory maupun Lazy Battery sehingga baterai tidak perlu di kosongkan sebelum di charge.
• Self discharging juga lebih kecil yaitu sekitar 10% dalam 24 jam.
Kelemahan:
• Impedansi ( tahanan dalam ) baterai Li Ion lebih tinggi di bandingkan denga NiCd dan NiMH, yaitu 200-250 mili Ohm. Akibatnya baterai cepat menjadi panas dan tegangannya drop jika di bebani terlalu berat.
• Elektrolit dalam baterai Li Ion sangat reaktif, bocornya dapat mengakibatkan karat pada peralatan.
• Lithium sangat reaktif, bahan kimia di dalam baterai akan terurai dengan sendirinya dan setelah 2 tahun baterai menjadi tidakdapat di gunakan lagi walaupun baterai tersebut di simpan saja.
LI-po ( Lithium Polymer )
Ini adalah generasi paling baru baterai isi ulang. Selain ramah lingkungan, keunggulannya di atasbaterai Li-Ion. Untuk perawatan baterai Lithium Polymer, tak jauh beda dengan Lithium Ion. Namun, Penanganannya harus ekstra hati – hati. Karena, tekanan yang cukup keras bisa menyebabkan bentuk baterai berubah.
Kelebihan:
• Elektrolit dalam baterai Li Polymer berbentuk padat dan tidak reaktif sehingga menyederhanakan cassing baterai.
• Baterai Li Polymer dapat dibuat dalam ukuran yang sangat tipis dan flexible sehingga cocok di gunakan dalam peralatan berukuran mini.
• Di bandingkan dengan baterai Li Ion dengan kapasitas yang sama,baterai Li Polymer bobotnya lebih ringan 10 -15%.
• Sifat baterai Lithium Polimer yang” liquid ” dengan tekanan yang cukup keras bisa menyebabkan bentuk baterai berubah.
Sumber:
Rabu, 28 April 2010
Jenis Baterai Ponsel dan Perawatannya
* By nayir
* In Gadget
Handphone atau ponsel atau telepon selular seiring perkembangannya yg sangat cepat, dengan kemampuannya yang semakin canggih, bisa muter musik, nyetel video, foto², dll. Ternyata baterai nya juga mengalami perkembangan dari bobotnya yg berat dan nge charge nya yg ribet sampe ke bahan yg ramah lingkungan, ringan dan cara perawatannya yg mudah. Di bawah ini sedikit kutipan jenis baterai ponsel dan cara perawatannya.
1. NiCD / NiCad.
Baterai jenis NiCD merupakan tipe yang paling lama, baterai ini digunakan pada ponsel seri lama yang masih menggunakan daya yg besar. Sekarang ini penggunaan baterai ini untuk ponsel bisa dibilang tidak ada, karena selain bobotnya yg berat, cara nge charge nya juga harus menunggu sampai baterai benar² habis dan kosong, karena baterai jenis ini mempunyai permanen memory effect dan bila nge charge nya pada kondisi baterai tidak benar² kosong, akan membuat kemampuan baterai menurun hingga mati dan tidak bisa digunakan lagi.
2. NiMH / Metal.
Baterai jenis NiMH merupakan wujud perkembangan teknologi baterai ponsel, beratnya lebih ringan dari jenis NiCD. Cara nge charge nya lebih fleksibel jadi sebaiknya tunggu sampai benar² kosong, tapi bisa saja jika memang perlu atau dalam kondisi terdesak bisa langsung charge tanpa menunggu baterai benar² kosong. Setelah penuh bisa ditambahkan sekitar 30-60 menit untuk memberikan kesempatan bagi baterai NiMH untuk melakukan “trickle charge”. Baterai NiMH lebih ramah lingkungan, tapi tetap saja tidak bisa dibuang begitu saja, di tempat sampah karena ada cara khusus untuk me-recycle baterai jenis ini.
3. Li-Ion / Lithium Ion
Baterai Li-Ion sangat banyak digunakan sekarang ini, kemajuan dari tipe sebelumnya adalah ukuran yg lebih ringan dan kecil. Dan untuk nge charge tidak perlu nunggu sampai benar² habis, usahakan jangan sampai overcharge, jadi begitu baterai sudah full / penuh langsung cabut kabel charger, karena overcharge pada baterai Li-Ion akan membuat kemampuan baterai menurun atau istilahnya nge drop. Dan baterai ini memiliki umur charging, jadi setiap kali anda colokkan kabel charger akan mengurangi masa hidupnya. Baterai Li-Ion ramah lingkungan, tapi tetap saja tidak bisa dibuang begitu saja, di tempat sampah karena ada cara khusus untuk me-recycle baterai jenis ini.
4. Li-Poly / Lithium Polymer
Baterai Li-Poly adalah tipe paling baru saat ini, kemampuannya sama dengan baterai jenis Li-Ion. Cara charge nya pun sama dengan Baterai jenis Li-Ion. Baterai Li-Poly paling ramah lingkungan saat ini, tapi tetap saja tidak bisa dibuang begitu saja, di tempat sampah karena ada cara khusus untuk me-recycle baterai jenis ini.
* In Gadget
Handphone atau ponsel atau telepon selular seiring perkembangannya yg sangat cepat, dengan kemampuannya yang semakin canggih, bisa muter musik, nyetel video, foto², dll. Ternyata baterai nya juga mengalami perkembangan dari bobotnya yg berat dan nge charge nya yg ribet sampe ke bahan yg ramah lingkungan, ringan dan cara perawatannya yg mudah. Di bawah ini sedikit kutipan jenis baterai ponsel dan cara perawatannya.
1. NiCD / NiCad.
Baterai jenis NiCD merupakan tipe yang paling lama, baterai ini digunakan pada ponsel seri lama yang masih menggunakan daya yg besar. Sekarang ini penggunaan baterai ini untuk ponsel bisa dibilang tidak ada, karena selain bobotnya yg berat, cara nge charge nya juga harus menunggu sampai baterai benar² habis dan kosong, karena baterai jenis ini mempunyai permanen memory effect dan bila nge charge nya pada kondisi baterai tidak benar² kosong, akan membuat kemampuan baterai menurun hingga mati dan tidak bisa digunakan lagi.
2. NiMH / Metal.
Baterai jenis NiMH merupakan wujud perkembangan teknologi baterai ponsel, beratnya lebih ringan dari jenis NiCD. Cara nge charge nya lebih fleksibel jadi sebaiknya tunggu sampai benar² kosong, tapi bisa saja jika memang perlu atau dalam kondisi terdesak bisa langsung charge tanpa menunggu baterai benar² kosong. Setelah penuh bisa ditambahkan sekitar 30-60 menit untuk memberikan kesempatan bagi baterai NiMH untuk melakukan “trickle charge”. Baterai NiMH lebih ramah lingkungan, tapi tetap saja tidak bisa dibuang begitu saja, di tempat sampah karena ada cara khusus untuk me-recycle baterai jenis ini.
3. Li-Ion / Lithium Ion
Baterai Li-Ion sangat banyak digunakan sekarang ini, kemajuan dari tipe sebelumnya adalah ukuran yg lebih ringan dan kecil. Dan untuk nge charge tidak perlu nunggu sampai benar² habis, usahakan jangan sampai overcharge, jadi begitu baterai sudah full / penuh langsung cabut kabel charger, karena overcharge pada baterai Li-Ion akan membuat kemampuan baterai menurun atau istilahnya nge drop. Dan baterai ini memiliki umur charging, jadi setiap kali anda colokkan kabel charger akan mengurangi masa hidupnya. Baterai Li-Ion ramah lingkungan, tapi tetap saja tidak bisa dibuang begitu saja, di tempat sampah karena ada cara khusus untuk me-recycle baterai jenis ini.
4. Li-Poly / Lithium Polymer
Baterai Li-Poly adalah tipe paling baru saat ini, kemampuannya sama dengan baterai jenis Li-Ion. Cara charge nya pun sama dengan Baterai jenis Li-Ion. Baterai Li-Poly paling ramah lingkungan saat ini, tapi tetap saja tidak bisa dibuang begitu saja, di tempat sampah karena ada cara khusus untuk me-recycle baterai jenis ini.
Rabu, 24 Februari 2010
email di yahoo.com
bagi yg kesulitan membuka email di yahoo.com dengan opmin,
bisa coba setting email langsung di hp kamu dengan koneksi imap4.
* email addres:contoh@yahoo.com (alamat email anda)
* connectusing:sesuai koneksi gprs anda
* connection type:imap4
* incoming server:imap.next.mail.yahoo.com
* Username:contoh (isi username Anda)
* password: password Anda
* download:header only
* check interval: off
* outgoing:smtp.mobile.mail.yahoo.com
* username:contoh (isi username Anda)
* password: password Anda
* allow connection:home network
* auto connect: off
* your name:isi nama anda
* signature:Silakan isi sesuai keinginan Anda.
* copy outgoing: off
* encyption: no encyption
* incoming port:143
* outgoing port:25
Setelah selesai dari inbox email klik more - send and receive.
Maka email yahoo.com akan dapat dibaca dari ponsel Anda.
bisa coba setting email langsung di hp kamu dengan koneksi imap4.
* email addres:contoh@yahoo.com (alamat email anda)
* connectusing:sesuai koneksi gprs anda
* connection type:imap4
* incoming server:imap.next.mail.yahoo.com
* Username:contoh (isi username Anda)
* password: password Anda
* download:header only
* check interval: off
* outgoing:smtp.mobile.mail.yahoo.com
* username:contoh (isi username Anda)
* password: password Anda
* allow connection:home network
* auto connect: off
* your name:isi nama anda
* signature:Silakan isi sesuai keinginan Anda.
* copy outgoing: off
* encyption: no encyption
* incoming port:143
* outgoing port:25
Setelah selesai dari inbox email klik more - send and receive.
Maka email yahoo.com akan dapat dibaca dari ponsel Anda.
Selasa, 23 Februari 2010
Jumat, 12 Februari 2010
Cara Seting GPRS & MMS
Aktivasi GPRS/MMS
Telkomsel
kartuHALO
Daftar di GRAPARI atau ketik sms dengan isi pesan GPRS dikirim ke 6616 dan MMS ke 6616
kartu simPATI
Ketik sms GPRS <nomer kode dibelakang kartu SIMPATI> kirim ke 6616 dan MMS <nomer kode dibelakang kartu SIMPATI> dan kirim ke 6616.
Nomor kode adalah enam belas digit angka yang terdapat di balik kartu SIM Card dalam format empat angka bertumpuk empat. Misalnya GPRS 6210009922069556
Indosat
Matrix
Ketik sms: ACT <spasi> GPRS kirim ke 888 dan ACT <spasi> MMS kirim ke 888
Mentari
Ketik sms: ACT <spasi> MMS kirim ke 888 (hanya MMS, karena Mentari belum enyediakan layanan GPRS)
IM3
Cara mengaktifkan GPRS/MMS
Otomatis aktif perdananya
XL
Hubungi Layanan Pelanggan di nomor 818 dari ponsel anda atau ke (021) 579 59818 atau kunjungi XL Shop Terdekat.
Setting GPRS
Setting GPRS Telkomsel
Connection Name : Telkomsel
Data Bearer : GPRS
Access Point Name : telkomsel
Username : wap
Prompt Password : No
Password : wap123
Authentication : Normal
Proxy address : 10.1.89.130
Homepage : http://wap.telkomsel.com
Connection Security : Off
Session Mode : Permanent
Setting GPRS Matrix
Connection Name : Satgprs
Data Bearer : GPRS
Access Point Name : satelindogprs.com
Username : (kosongkan)
Prompt Password : No
Password : (kosongkan)
Authentication : Normal
Proxy address : 202.152.162.250
Homepage : http://satwap
Connection Security : Off
Session Mode : Permanent
Setting GPRS IM3
Connection Name : M3-gprs
Data Bearer : GPRS
Access Point Name : www.indosat-m3.net
Username : gprs
Prompt Password : No
Password : im3
Authentication : Normal
Proxy address : 010.019.019.019
Homepage : http://wap.indosat-m3.net
Connection Security : Off
Session Mode : Permanent
Setting GPRS XL
Connection Name : XL-gprs
Data Bearer : GPRS
Access Point Name : www.xlgprs.net
Username : xlgprs
Prompt Password : No
Password : proxl
Authentication : Normal
Proxy address : 202.152.240.50
Homepage : http://wap.lifeinhand.com
Connection Security : Off
Session Mode : Permanent
Setting MMS
Setting MMS Telkomsel
Connection Name: tel-MMS
Data Bearer: GPRS
Access Point Name: mms
Username: wap
Prompt Password: No
Password: wap123
Authentication: Normal
Proxy address: 10.1.89.150
Homepage: http://mms.telkomsel.com/
Connection Security: Off
Setting MMS Mentari dan Matrix
Connection Name : sat-MMS
Data Bearer : GPRS
Access Point Name : mms.satelindogprs.com
Username : satmms
Prompt Password : No
Password : satmms
Authentication : Normal
Proxy address : 202.152.162.88
Homepage : http://mmsc.satelindogprs.com.
Connection Security : Off
Setting MMS IM3
Connection Name : M3-MMS
Data Bearer : GPRS
Access Point Name : mms.indosat-m3.net
Username : mms
Prompt Password : No
Password : im3
Authentication : Normal
Proxy address : 010.019.019.019
Homepage : http://www.mmsc.m3-access.com
Connection Security : Off
Setting MMS XL
Connection Name : XL-MMS
Data Bearer : GPRS
Access Point Name : www.xl.mms.net
Username : xlgprs
Prompt Password : No
Password : proxl
Authentication : Normal
Proxy address : 202.152.240.50
Homepage : http://mmc.xl.net.id/sevlets/mms
Connection Security : Off
Telkomsel
kartuHALO
Daftar di GRAPARI atau ketik sms dengan isi pesan GPRS dikirim ke 6616 dan MMS ke 6616
kartu simPATI
Ketik sms GPRS <nomer kode dibelakang kartu SIMPATI> kirim ke 6616 dan MMS <nomer kode dibelakang kartu SIMPATI> dan kirim ke 6616.
Nomor kode adalah enam belas digit angka yang terdapat di balik kartu SIM Card dalam format empat angka bertumpuk empat. Misalnya GPRS 6210009922069556
Indosat
Matrix
Ketik sms: ACT <spasi> GPRS kirim ke 888 dan ACT <spasi> MMS kirim ke 888
Mentari
Ketik sms: ACT <spasi> MMS kirim ke 888 (hanya MMS, karena Mentari belum enyediakan layanan GPRS)
IM3
Cara mengaktifkan GPRS/MMS
Otomatis aktif perdananya
XL
Hubungi Layanan Pelanggan di nomor 818 dari ponsel anda atau ke (021) 579 59818 atau kunjungi XL Shop Terdekat.
Setting GPRS
Setting GPRS Telkomsel
Connection Name : Telkomsel
Data Bearer : GPRS
Access Point Name : telkomsel
Username : wap
Prompt Password : No
Password : wap123
Authentication : Normal
Proxy address : 10.1.89.130
Homepage : http://wap.telkomsel.com
Connection Security : Off
Session Mode : Permanent
Setting GPRS Matrix
Connection Name : Satgprs
Data Bearer : GPRS
Access Point Name : satelindogprs.com
Username : (kosongkan)
Prompt Password : No
Password : (kosongkan)
Authentication : Normal
Proxy address : 202.152.162.250
Homepage : http://satwap
Connection Security : Off
Session Mode : Permanent
Setting GPRS IM3
Connection Name : M3-gprs
Data Bearer : GPRS
Access Point Name : www.indosat-m3.net
Username : gprs
Prompt Password : No
Password : im3
Authentication : Normal
Proxy address : 010.019.019.019
Homepage : http://wap.indosat-m3.net
Connection Security : Off
Session Mode : Permanent
Setting GPRS XL
Connection Name : XL-gprs
Data Bearer : GPRS
Access Point Name : www.xlgprs.net
Username : xlgprs
Prompt Password : No
Password : proxl
Authentication : Normal
Proxy address : 202.152.240.50
Homepage : http://wap.lifeinhand.com
Connection Security : Off
Session Mode : Permanent
Setting MMS
Setting MMS Telkomsel
Connection Name: tel-MMS
Data Bearer: GPRS
Access Point Name: mms
Username: wap
Prompt Password: No
Password: wap123
Authentication: Normal
Proxy address: 10.1.89.150
Homepage: http://mms.telkomsel.com/
Connection Security: Off
Setting MMS Mentari dan Matrix
Connection Name : sat-MMS
Data Bearer : GPRS
Access Point Name : mms.satelindogprs.com
Username : satmms
Prompt Password : No
Password : satmms
Authentication : Normal
Proxy address : 202.152.162.88
Homepage : http://mmsc.satelindogprs.com.
Connection Security : Off
Setting MMS IM3
Connection Name : M3-MMS
Data Bearer : GPRS
Access Point Name : mms.indosat-m3.net
Username : mms
Prompt Password : No
Password : im3
Authentication : Normal
Proxy address : 010.019.019.019
Homepage : http://www.mmsc.m3-access.com
Connection Security : Off
Setting MMS XL
Connection Name : XL-MMS
Data Bearer : GPRS
Access Point Name : www.xl.mms.net
Username : xlgprs
Prompt Password : No
Password : proxl
Authentication : Normal
Proxy address : 202.152.240.50
Homepage : http://mmc.xl.net.id/sevlets/mms
Connection Security : Off
Caranya ngaktifin GPRS CDMA nokia 6275i
Re: gimana caranya ngaktifin GPRS CDMA nokia 6275i
08/08/2007 00:30 [Re: al750n]
Tergantung provider yang digunakan :
Untuk Starone :
- Tekan *#2769737#
- Server address 1: 192.168.050.060
- Port : 9401
- Server address 2: 0.0.0.0:0000
- Keluar
Untuk Fren :
- Tekan *#2769737#
- Server address 1: 010.021.005.201
- Port : 8088
- Server address 2: 0.0.0.0:0000
- Keluar
Untuk Telkom Flexi :
- Tekan *#2769737#
- Server address 1: 010.177.007.007
- Port : 8088
- Server address 2: 0.0.0.0:0000
- Keluar
08/08/2007 00:30 [Re: al750n]
Tergantung provider yang digunakan :
Untuk Starone :
- Tekan *#2769737#
- Server address 1: 192.168.050.060
- Port : 9401
- Server address 2: 0.0.0.0:0000
- Keluar
Untuk Fren :
- Tekan *#2769737#
- Server address 1: 010.021.005.201
- Port : 8088
- Server address 2: 0.0.0.0:0000
- Keluar
Untuk Telkom Flexi :
- Tekan *#2769737#
- Server address 1: 010.177.007.007
- Port : 8088
- Server address 2: 0.0.0.0:0000
- Keluar
Rabu, 10 Februari 2010
Cell phone battery charger
Cell phone battery charger circuit presented here comes as a low-cost alternative to charge mobile telephones/battery packs with a rating of 7.2 volts, such as Nokia 6110/6150.
The 220-240V AC mains supply is downconverted to 9V AC by transformer X1. The transformer output is rectified by diodes D1 through D4 wired in bridge SANI THEO configuration and the positive DC supply is directly connected to the charger’s output contact, while the negative terminal is connected through current limiting resistor R2.
LED2 works as a power indicator with resistor R1 serving as the current limiter and LED3 indicates the charging status. During the charging period, about 3 volts drop occurs across resistor R2, which turns on LED3 through resistor R3.
An external DC supply source (for instance, from a vehicle battery) can also be used to energise the charger, where resistor R4, after polarity protection diode D5, limits the input current to a safe value. The 3-terminal positive voltage regulator LM7806 (IC1) provides a constant voltage output of 7.8V DC since LED1 connected between the common terminal (pin 2) and ground rail of IC1 raises the output voltage to 7.8V DC. LED1 also serves as a power indicator for the external DC supply.
After constructing the mobile phone battery circuit on a veroboard, enclose it in a suitable cabinet. A small heat sink is recommended for IC1.
Sabtu, 12 Desember 2009
Charger Hand Phone Menggunakan USB Port, Solusi Praktis Orang yang Bekerja di Depan Komputer
Bayangkan Anda berada di kantor Anda, dan hendak mengisi-ulang (men-charge) Hand Phone (HP) Anda, namun Anda tidak menemukan satu “colokan” pun yang kosong. Kalau pun ada, letak “colokan”-nya berada jauh dari meja Anda –membuat Anda khawatir akan keselamatan HP Anda. Maka, Anda akan cukup pusing memikirkan menambah percabangan atau ekstensi kabel ke dekat meja Anda. Sulit. Kini, hal itu tidak perlu terjadi selama ada Personal Computer (PC) pada meja kerja Anda. Selain PUFF-SF dan My Academic Advisor, EEA juga menghasilkan satu lagi karya unik, yaitu charger HP dengan konektor USB dari PC. Charger unik ini menjadi juara EEA untuk kategori Electronic System and Devices. Jadi, ketika Anda harus men-charge HP Anda pada saat Anda bekerja di depan komputer, Anda tidak perlu jauh-jauh mencari “colokan”. Cukup plug charger unik ini ke USB port pada PC Anda di satu sisi dan HP Anda di sisi lain.
“Kami diinspirasi oleh alat pemanas kopi yang juga menggunakan USB port,” ungkap Braisa Kamagaluh (19), yang akrab dipanggil Aca, “saya pernah baca (itu); di mana, saya lupa.” Sebenarnya tidak ada yang terlalu spesifik dan unik mengenai rangkaian elektronik charger ini. “Chargernya ya hanya charger biasa,” ujar Aca “di buku (literatur) juga ada, mengenai skema rangkaian elektronik charger kami. Tapi kami menambahkan fitur baru, yaitu koneksi ke USB Port. Di sinilah letak inovasinya” Jadi, charger ini dirancang untuk menghasilkan satu output ke arah HP dengan tiga input: dari listrik 220 volt, listrik 12 volt pada mobil (melalui pematik api pada mobil), dan dari USB Port pada PC.
USB Port pada PC menghasilkan listrik 5 volt, ½ ampere. Daya yang keluar adalah 2,5 watt. Dengan daya ini, charger buatan Aca, dkk baru mampu mengisi-ulang secara optimum HP buatan Sony-Erricson. “Hanya butuh waktu 1,5 jam untuk mencharge Sony Erricson, dari kondisi low-bat hingga full.”
Permasalahannya, untuk pengisian-ulang HP Nokia dan Siemens, charger ini belum mampu optimum. “Masalahnya, Nokia dan Siemens menggunakan daya watt yang lebih besar, sekitar 5 watt,” tutur Aca “Ya, ini menjadi tantangan untuk pengembangan lebih lanjut.”
Yang juga unik dari tim ini adalah keseluruhan tim adalah angkatan 2003 –angkatan yang relatif masih muda. Selain Aca, anggota tim charger USB Port ini: Najib (19), Agfa Prayoga (19), Herlia M. Fajarsari (19), Effendi Susanto (19).
Di masa depan, Aca berharap bisa mengembangkan lebih lanjut karya mereka ini. “Kayaknya (charger ini) sudah didaftarkan pada kantor HaKI (Hak atas Kekayaan Intelektual) ITB oleh Panitia (EEA),” ungkap Aca ketika ditanya mengenai usaha mematenkan charger unik ini.
Krisna Murti
“Kami diinspirasi oleh alat pemanas kopi yang juga menggunakan USB port,” ungkap Braisa Kamagaluh (19), yang akrab dipanggil Aca, “saya pernah baca (itu); di mana, saya lupa.” Sebenarnya tidak ada yang terlalu spesifik dan unik mengenai rangkaian elektronik charger ini. “Chargernya ya hanya charger biasa,” ujar Aca “di buku (literatur) juga ada, mengenai skema rangkaian elektronik charger kami. Tapi kami menambahkan fitur baru, yaitu koneksi ke USB Port. Di sinilah letak inovasinya” Jadi, charger ini dirancang untuk menghasilkan satu output ke arah HP dengan tiga input: dari listrik 220 volt, listrik 12 volt pada mobil (melalui pematik api pada mobil), dan dari USB Port pada PC.
USB Port pada PC menghasilkan listrik 5 volt, ½ ampere. Daya yang keluar adalah 2,5 watt. Dengan daya ini, charger buatan Aca, dkk baru mampu mengisi-ulang secara optimum HP buatan Sony-Erricson. “Hanya butuh waktu 1,5 jam untuk mencharge Sony Erricson, dari kondisi low-bat hingga full.”
Permasalahannya, untuk pengisian-ulang HP Nokia dan Siemens, charger ini belum mampu optimum. “Masalahnya, Nokia dan Siemens menggunakan daya watt yang lebih besar, sekitar 5 watt,” tutur Aca “Ya, ini menjadi tantangan untuk pengembangan lebih lanjut.”
Yang juga unik dari tim ini adalah keseluruhan tim adalah angkatan 2003 –angkatan yang relatif masih muda. Selain Aca, anggota tim charger USB Port ini: Najib (19), Agfa Prayoga (19), Herlia M. Fajarsari (19), Effendi Susanto (19).
Di masa depan, Aca berharap bisa mengembangkan lebih lanjut karya mereka ini. “Kayaknya (charger ini) sudah didaftarkan pada kantor HaKI (Hak atas Kekayaan Intelektual) ITB oleh Panitia (EEA),” ungkap Aca ketika ditanya mengenai usaha mematenkan charger unik ini.
Krisna Murti
Panduan untuk penge-charge-an battery HP
Di dunia ponsel pada umumnya ada 4 jenis rechargeable battery yang beredar yaitu:
NiCD / NiCad
NiMH / Metal
Li-Ion / Lithium Ion
Li-Poly / Lithium Polymer
Karena perbedaan tersebut maka proses charging yang benar juga berbeda-beda.
NiCD / NiCad.
Battery NiCD adalah type rechargeable battery paling lama yang ada di dunia, dan karena kapasitasnya yang besar, maka battery ini dipilih untuk ponsel-ponsel lama yang menggunakan tenaga besar. Saat ini sudah sangat jarang atau bisa dikatakan tidak ada lagi ponsel yang masih menggunakan battery jenis ini, tidak lain karena ukuran dan beratnya yang besar, juga proses chargingnya yang merepotkan, berikut ini proses charging battery NiCD yang benar. Untuk Battery baru charge selama 12 jam nonstop, dan selanjutnya charge pada saat battery NiCD sudah benar-benar habis atau kalau perlu discharge di desktop charger dahulu sebelum menchargenya, karena battery NiCD mempunyai permanen memory effect bila dicharge pada saat tidak benar-benar habis, sehingga battery anda semakin lama kapasitasnya semakin menurun dan akhirnya mati total.
NiMH / Metal.
NiMH adalah generasi baru dari rechargeable battery, keuntungannya dibanding battery NiCD adalah beratnya yanglebih ringan serta memory effect yang bersifat temporary, tetapi memory effect ini bisa menjadi permanen bilamana penge-charge-an yang dilakukan tidak benar. Selain ukuran dan berat NiMH yang lebih ringan, juga battery NiMH lebih ramah terhadap lingkungan, tetapi walau begitu battery NiMH tidak bisa dibuang di sampah begitu saja, karena ada pross khusus untuk me-recycle battery jenis ini.
Sampai sekarang battery NiMH masih sering kita temui dipasaran, terutama untuk ponsel-ponsel yang menengah kebawah, ini tidak lain karena battery NiMH harganya lebih murah sehingga bisa menekan harga ponsel secara keseluruhan, sedangkan cara perawatan battery NiMH yang benar adalah sebagai berikut. Untuk battery baru, usahakan charge battery NiMH anda paling tidak 12 jam untuk kali pertama, sedang untuk selanjutnya charge battery anda sesuai dengan petunjuk yang datang bersama ponsel anda plus sedikit tambahan (sekitar 30-60 menit) untuk memberikan kesempatan bagi battery NiMH untuk melakukan “trickle charge”.
Usahakan pengisian dilakukan pada saat battery sudah benar-benar habis, dan tidak perlu melakukan discharge di desktop charger untuk pengisian selanjutnya seperti layaknya battery NiCD, dan bila suatu saat anda merasa terburu-buru dan tidak sempat menghabiskan battery NiMH anda, anda bisa melakukan charging walaupun pada saat tersebut battery anda belum benar-benar habis, konsekuensinya pada saat digunakan maka battery NiMH anda akan terasa cepat habis, tapi hal ini hanya berlangsung secara temporer karena bila anda sudah benar-benar menghabiskan battery anda, dan anda melakukan charging lagi, maka performa battery anda akan kembali seperti semula.
Li-Ion / Lithium Ion
Battery ini adalah battery generasi ke 3 dari rechargeable battery, dan keuntungannya terhadap battery NiMH maupun NiCD, adalah berat dan ukurannya yang ringan, sehingga bisa membuat ponsel menjadi berukuran kecil dan ringan. Kebanyakan ponsel yang keluar sekarang sudah menggunakan battery jenis ini sebagai sumber dayanya sehingga lambat laun harga battery Li-Ion semakin murah saja.
Keunggulan battery ini adalah tidak adanya memory effect pada saat charging sehingga tidak perlu menunggu battery ini habis baru melakukan charge, namun demikian ada pula beberapa perawatan yang perlu dilakukan pada battery ini. Untuk battery baru, charge battery anda sesuai dengan petunjuk atau sampai lampu/indikator ponsel anda menandakan battery full, setelah itu segera lepas charger anda, demikian juga untuk selanjutnya anda tidak perlu melakukan over charge untuk mendapatkan trickle charge seperti pada battery NiCD dan NiMH, karena pada battery Lithium tidak ada istilah trickle charge, bahkan overcharge battery lithium ion bisa menurunkan kemampuannya.
Walaupun tidak ada memory effect pada battery jenis ini, anda sebaiknya melakukan charging pada saat battery ini sudah habis atau indikator ponsel anda sudah menunjukkan “battery low”, ini dikarenakan battery Lithium Ion memiliki “life cycle” (umur charging) yang lebih sedikit dari battery jenis NiCD dan NiMH, dan tiap kali anda melakukan charging dihitung sebagai 1 kali tidak peduli anda melakukan charge sampai penuh atau tidak.
Li-Poly / Lithium Polymer
Ini adalah generasi terbaru dari rechareable battery, keunggulannya adalah ramah terhadap lingkungan, sedang kemampuan lainnya sama persis dengan battery LIthium Ion. Untuk perawatan battery Lithium Polymer ini sama persis dengan battery Lithium Ion, hanya saja “handling” battery Li-Poly harus sedikit hati-hati mengingat sifatnya yang liquid sehingga bisa mengakibatkan bentuk battery bisa berubah karena tekanan.
NiCD / NiCad
NiMH / Metal
Li-Ion / Lithium Ion
Li-Poly / Lithium Polymer
Karena perbedaan tersebut maka proses charging yang benar juga berbeda-beda.
NiCD / NiCad.
Battery NiCD adalah type rechargeable battery paling lama yang ada di dunia, dan karena kapasitasnya yang besar, maka battery ini dipilih untuk ponsel-ponsel lama yang menggunakan tenaga besar. Saat ini sudah sangat jarang atau bisa dikatakan tidak ada lagi ponsel yang masih menggunakan battery jenis ini, tidak lain karena ukuran dan beratnya yang besar, juga proses chargingnya yang merepotkan, berikut ini proses charging battery NiCD yang benar. Untuk Battery baru charge selama 12 jam nonstop, dan selanjutnya charge pada saat battery NiCD sudah benar-benar habis atau kalau perlu discharge di desktop charger dahulu sebelum menchargenya, karena battery NiCD mempunyai permanen memory effect bila dicharge pada saat tidak benar-benar habis, sehingga battery anda semakin lama kapasitasnya semakin menurun dan akhirnya mati total.
NiMH / Metal.
NiMH adalah generasi baru dari rechargeable battery, keuntungannya dibanding battery NiCD adalah beratnya yanglebih ringan serta memory effect yang bersifat temporary, tetapi memory effect ini bisa menjadi permanen bilamana penge-charge-an yang dilakukan tidak benar. Selain ukuran dan berat NiMH yang lebih ringan, juga battery NiMH lebih ramah terhadap lingkungan, tetapi walau begitu battery NiMH tidak bisa dibuang di sampah begitu saja, karena ada pross khusus untuk me-recycle battery jenis ini.
Sampai sekarang battery NiMH masih sering kita temui dipasaran, terutama untuk ponsel-ponsel yang menengah kebawah, ini tidak lain karena battery NiMH harganya lebih murah sehingga bisa menekan harga ponsel secara keseluruhan, sedangkan cara perawatan battery NiMH yang benar adalah sebagai berikut. Untuk battery baru, usahakan charge battery NiMH anda paling tidak 12 jam untuk kali pertama, sedang untuk selanjutnya charge battery anda sesuai dengan petunjuk yang datang bersama ponsel anda plus sedikit tambahan (sekitar 30-60 menit) untuk memberikan kesempatan bagi battery NiMH untuk melakukan “trickle charge”.
Usahakan pengisian dilakukan pada saat battery sudah benar-benar habis, dan tidak perlu melakukan discharge di desktop charger untuk pengisian selanjutnya seperti layaknya battery NiCD, dan bila suatu saat anda merasa terburu-buru dan tidak sempat menghabiskan battery NiMH anda, anda bisa melakukan charging walaupun pada saat tersebut battery anda belum benar-benar habis, konsekuensinya pada saat digunakan maka battery NiMH anda akan terasa cepat habis, tapi hal ini hanya berlangsung secara temporer karena bila anda sudah benar-benar menghabiskan battery anda, dan anda melakukan charging lagi, maka performa battery anda akan kembali seperti semula.
Li-Ion / Lithium Ion
Battery ini adalah battery generasi ke 3 dari rechargeable battery, dan keuntungannya terhadap battery NiMH maupun NiCD, adalah berat dan ukurannya yang ringan, sehingga bisa membuat ponsel menjadi berukuran kecil dan ringan. Kebanyakan ponsel yang keluar sekarang sudah menggunakan battery jenis ini sebagai sumber dayanya sehingga lambat laun harga battery Li-Ion semakin murah saja.
Keunggulan battery ini adalah tidak adanya memory effect pada saat charging sehingga tidak perlu menunggu battery ini habis baru melakukan charge, namun demikian ada pula beberapa perawatan yang perlu dilakukan pada battery ini. Untuk battery baru, charge battery anda sesuai dengan petunjuk atau sampai lampu/indikator ponsel anda menandakan battery full, setelah itu segera lepas charger anda, demikian juga untuk selanjutnya anda tidak perlu melakukan over charge untuk mendapatkan trickle charge seperti pada battery NiCD dan NiMH, karena pada battery Lithium tidak ada istilah trickle charge, bahkan overcharge battery lithium ion bisa menurunkan kemampuannya.
Walaupun tidak ada memory effect pada battery jenis ini, anda sebaiknya melakukan charging pada saat battery ini sudah habis atau indikator ponsel anda sudah menunjukkan “battery low”, ini dikarenakan battery Lithium Ion memiliki “life cycle” (umur charging) yang lebih sedikit dari battery jenis NiCD dan NiMH, dan tiap kali anda melakukan charging dihitung sebagai 1 kali tidak peduli anda melakukan charge sampai penuh atau tidak.
Li-Poly / Lithium Polymer
Ini adalah generasi terbaru dari rechareable battery, keunggulannya adalah ramah terhadap lingkungan, sedang kemampuan lainnya sama persis dengan battery LIthium Ion. Untuk perawatan battery Lithium Polymer ini sama persis dengan battery Lithium Ion, hanya saja “handling” battery Li-Poly harus sedikit hati-hati mengingat sifatnya yang liquid sehingga bisa mengakibatkan bentuk battery bisa berubah karena tekanan.
Langganan:
Postingan (Atom)